*Sstttt.........
Hanya kita yang tau dan kita yang merasakannya.....
kamu membuatku percaya bahwa memang ada cinta pada pandangan pertama.
aku ingat sekali, yang pertama kubilang adalah, “hai,…” saat kamu hadir bersama temanmu.
entah dari mana datanganya rasa itu tiba-tiba masuk dalam hatiku.
aku terus yakinkan hati ini hanya untukmu, walau aku tahu aku begitu sulit
menggapaimu.
******
aku sayang kamu. cinta, melebihi kata.
sampai kadang dada ini sesak rasanya.
aku melihat diriku di dalam kamu, seperti bercermin.
tapi kamu lebih baik dari aku.
darimu aku belajar memaafkan dengan cepat, melupakan masalah, bicara apa adanya.
kita tidak selalu bilang “i love you”
tapi perhatianmu sudah lebih dari kata-kata macam itu.
kalau aku capek dan lebih banyak diam, caramu melihat jauh ke dalam mataku membuatku ingin menangis. caramu itu bilang banyak hal. “istirahatlah dulu, aku nggak papa di tinggal sendirian.” katamu tanpa bicara.
kamu lucu, cerdas, cantik. aku suka wangi rambut dan kulitmu.
aku suka caramu saat tertawa begitu saja, yang mampu selalu membuatku rindu.
aku suka caramu menjelaskan sesuatu. jelas dan padat dengan suaramu yang kecil.
iya......meski kau tak bilang "I Love You"
namun hanya kita yang tahu di belahan mana rasa itu merasakannya.
****
Akhirnya pencarianku sukses hari kemaren dan sekarang tinggal menfixkan saja, kapan dan dengan siapa?
Rasanya aku telat datang kepelukannya. namun tak apalah lebih baik telat dari pada tidak sama sekali.
Dia sosok sesorang yang mempunyai gurat wajah sama seperti ibu aku. Hanya kulitnya lebih kuning, sedangkan ibu aku berkulit lebih gelap. he heee.....
"kata tak terucap, akan abadi karena terkubur dalam hati.
perasaan hati bukanlah hanya sekedar janji tapi bagaimana kita membungkusnya dalam kantong konsitensi" @Zhebriel86
Aku kira hal semacam ini bukan tertimpa padaku saja, mungkin kamu, dia, kita,juga mereka pasti merasakanya.
Hanya kita yang tau dan kita yang merasakannya.....
kamu membuatku percaya bahwa memang ada cinta pada pandangan pertama.
aku ingat sekali, yang pertama kubilang adalah, “hai,…” saat kamu hadir bersama temanmu.
entah dari mana datanganya rasa itu tiba-tiba masuk dalam hatiku.
aku terus yakinkan hati ini hanya untukmu, walau aku tahu aku begitu sulit
menggapaimu.
******
aku sayang kamu. cinta, melebihi kata.
sampai kadang dada ini sesak rasanya.
aku melihat diriku di dalam kamu, seperti bercermin.
tapi kamu lebih baik dari aku.
darimu aku belajar memaafkan dengan cepat, melupakan masalah, bicara apa adanya.
kita tidak selalu bilang “i love you”
tapi perhatianmu sudah lebih dari kata-kata macam itu.
kalau aku capek dan lebih banyak diam, caramu melihat jauh ke dalam mataku membuatku ingin menangis. caramu itu bilang banyak hal. “istirahatlah dulu, aku nggak papa di tinggal sendirian.” katamu tanpa bicara.
kamu lucu, cerdas, cantik. aku suka wangi rambut dan kulitmu.
aku suka caramu saat tertawa begitu saja, yang mampu selalu membuatku rindu.
aku suka caramu menjelaskan sesuatu. jelas dan padat dengan suaramu yang kecil.
iya......meski kau tak bilang "I Love You"
namun hanya kita yang tahu di belahan mana rasa itu merasakannya.
****
Akhirnya pencarianku sukses hari kemaren dan sekarang tinggal menfixkan saja, kapan dan dengan siapa?
Rasanya aku telat datang kepelukannya. namun tak apalah lebih baik telat dari pada tidak sama sekali.
Dia sosok sesorang yang mempunyai gurat wajah sama seperti ibu aku. Hanya kulitnya lebih kuning, sedangkan ibu aku berkulit lebih gelap. he heee.....
"kata tak terucap, akan abadi karena terkubur dalam hati.
perasaan hati bukanlah hanya sekedar janji tapi bagaimana kita membungkusnya dalam kantong konsitensi" @Zhebriel86
Aku kira hal semacam ini bukan tertimpa padaku saja, mungkin kamu, dia, kita,juga mereka pasti merasakanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar