Selasa, 30 Desember 2014

Sajak Nirwana

Genggam erat pecahan kaca,
biar tangan kita berlumur darah
biar kau rasa kepedihannya
tika tikam luka menyeringai srigala.

Hujamkan dalam-dalam belati di belahan dadamu
biar darah itu susuri seluruh liku tubuh
biar kita bermandi perih
setelah menari di atas altar rindu.

Tuangkan darah persembahan di cawan waktu
gumpalkan kesedihan di dasarnya
dan marilah bersulang dengan riangnya.
nantikan gaun putihmu berganti merah.

Biarlah ia melambai diterpa bayu
nantikan nirwana yang kan menjemputmu.

@Zhebriel86
— di Cafe Khokap Gunung Gumitir.

Diriku Rumput Yang Berbeda

Rimbun berumpun dengan batang yang panjang serta daun yang bentuknya mirip rumput.
Saat angin berembus, suara dari gesekan daun dan batangnya memancarkan ciri khas tersendiri.
Dialah yang dapat menyejukkan taman rumah
menyimpan filosofi yang bisa jadi belum diketahui banyak orang.
perubahan wujudnya terbilang lambat, sebetulnya memiliki kekuatan pada akar. Pertumbuhannya terasa lambat. umbuh menjulang ke langit.
Proses kehidupan dirinya mengandung arti filosofis buat manusia, yakni betapa fondasi yang kuat sangat diperlukan.
Menurut klasifikasinya, dirinya tergolong tanaman rumput. Namun, dirinya adalah rumput spektakuler. Tingginya bisa terentang dari 30 cm hingga 30 meter.
Dirinya sebuah tanaman rumput yang unik.
Meskipun berlatar tanaman rumput, Dirinya menjadi beda lantaran karakternya.


@Zhebriel86