aku
selalu percaya akan datangnya hujan. aku percaya jika
kini hujan datang saat semua mulai kekeringan dan kehausan mencari setetes air ..
aku bersyukur hujan bisa membasahi wajahku yang sedang berlinang air mata.
hujan akan datang bulan November, kenyataannya tepat yang aku inginkan.
"UPP....!!! kamu kenapa Zhee, apa kamu lagi patah hati?"
aku tak pernah tau tentang jalan hidup ne, aku penuh kebingungan, dan aku kecewa dengan diriku sendir. aku memang manusia bodoh yang selalu berharap memiliki orang yang telah menjadi kekasih orang lain. kamu tau sherr....?
"iya, aku tau zhee, dan aku melihatnya jelas dalam bola matamu,
seberapa besar harapan kamu memilikinya Zhee....."
Entah lah Sherr... aku tak bisa ungkapkan, mungkin ini hanya ada dalam sebatas angang yang panjang dalam hidupku, aku kan senantiasa membiarkan dia keluar masuk dalam daya ingatan aku.
"Zhee, zhee...... kenapa kamu selalu begitu, kamu harus bisa ungkapkan perasaan itu sama dia, sebelum ia benar-benar tiada yang bisa memilikinya lagi, kecuali Tuhan..?"
Ihh kamu sherr... kenapa kamu ngomongnya seperti itu?
Sherr, sejujurnya ada seribu rasa dalam dada, ada sejuta kata yang ingin aku ungkapkan, tapi entah kenpa saat aku bertemu dengannya aku tak berani memanggilnya, bibirku bergetar, lidahku tersendal, tenggorakan ku tercekik.....
entahlah ........ apa yang bisa aku lakukan ....?
"Kamu kan orang banyuwangi, kenapa kamu tidak pakai sastra lisan, untuk ungkapin perasaanmu itu?"
Ahh.... kamu tau ja, jalan terakhir yang aku pakai...
"he he hee... emang kamu kan selalu begitu, selalu menggunakan jalan yang berbelok-belok, naik-turun. hembbb.... aku jadi kangen gumitir Zhee, aku ingin ke Cafe Khokap lagi. kamu kapan mau pulang? besok ada event "SEWU GANDRUNG" kamu gak mau liat?"
Entahlah Sherr, aku juga bingung mau liat apa kaga'. kalau aku bsok liat event tu yang pasti aku pulang.
"ikutt..... aku pengen lewat gumitir Zhee.. lama banget aku tak merasakan sejuknya kabut" yang tebal serta aku ingin melihat seribu bintang yang jatuh"
Ha ha ha......
kamu bisa saja, itu tiket apa sherr....?
"ini tiket buat aku ke Banyuwangi entar lagi, aku mau pulang kerumah Ibu Dee... sekalian besok liat Ganrung Sewu. makanya besok dateng....."
Insya Allah dah, kalau aku sempat aku pasti dateng, doain saja ......
"Sipp-sipp"
Selamat jalan Sherly, semoga selamat sampai tujuan....
Malam ini aku hanya bisa Melumat mimpiku yang belum selesai berperan
Menyisakan ending yang belum terjawab
Menyapu senjaku dengan guratan tanya.
Dengan caranya membelah malam tanpa rembulan
Membentang jarak antara ragaku dan raganya
Entahlah…
Masihkah sanggup kujamah dengan segenggam cinta?
Angin menderu kencang membuat petir menggelegar jauh di tengah kegelapan malam begitu banyak angin riuh menghantam jiwa.
Seperti apakah cinta yang hilang dari gengaman?
Seperti orang tersesat tak tahu kemana arah terpusat.
lirih suaranya menembus senja
Diiringi angin yang menggelepar ganas menghantam sebagian malam,
Perempuan itu semakin ringkih memandang rembulan.

@Zhebriel86.
kini hujan datang saat semua mulai kekeringan dan kehausan mencari setetes air ..
aku bersyukur hujan bisa membasahi wajahku yang sedang berlinang air mata.
hujan akan datang bulan November, kenyataannya tepat yang aku inginkan.
"UPP....!!! kamu kenapa Zhee, apa kamu lagi patah hati?"
aku tak pernah tau tentang jalan hidup ne, aku penuh kebingungan, dan aku kecewa dengan diriku sendir. aku memang manusia bodoh yang selalu berharap memiliki orang yang telah menjadi kekasih orang lain. kamu tau sherr....?
"iya, aku tau zhee, dan aku melihatnya jelas dalam bola matamu,
seberapa besar harapan kamu memilikinya Zhee....."
Entah lah Sherr... aku tak bisa ungkapkan, mungkin ini hanya ada dalam sebatas angang yang panjang dalam hidupku, aku kan senantiasa membiarkan dia keluar masuk dalam daya ingatan aku.
"Zhee, zhee...... kenapa kamu selalu begitu, kamu harus bisa ungkapkan perasaan itu sama dia, sebelum ia benar-benar tiada yang bisa memilikinya lagi, kecuali Tuhan..?"
Ihh kamu sherr... kenapa kamu ngomongnya seperti itu?
Sherr, sejujurnya ada seribu rasa dalam dada, ada sejuta kata yang ingin aku ungkapkan, tapi entah kenpa saat aku bertemu dengannya aku tak berani memanggilnya, bibirku bergetar, lidahku tersendal, tenggorakan ku tercekik.....
entahlah ........ apa yang bisa aku lakukan ....?
"Kamu kan orang banyuwangi, kenapa kamu tidak pakai sastra lisan, untuk ungkapin perasaanmu itu?"
Ahh.... kamu tau ja, jalan terakhir yang aku pakai...
"he he hee... emang kamu kan selalu begitu, selalu menggunakan jalan yang berbelok-belok, naik-turun. hembbb.... aku jadi kangen gumitir Zhee, aku ingin ke Cafe Khokap lagi. kamu kapan mau pulang? besok ada event "SEWU GANDRUNG" kamu gak mau liat?"
Entahlah Sherr, aku juga bingung mau liat apa kaga'. kalau aku bsok liat event tu yang pasti aku pulang.
"ikutt..... aku pengen lewat gumitir Zhee.. lama banget aku tak merasakan sejuknya kabut" yang tebal serta aku ingin melihat seribu bintang yang jatuh"
Ha ha ha......
kamu bisa saja, itu tiket apa sherr....?
"ini tiket buat aku ke Banyuwangi entar lagi, aku mau pulang kerumah Ibu Dee... sekalian besok liat Ganrung Sewu. makanya besok dateng....."
Insya Allah dah, kalau aku sempat aku pasti dateng, doain saja ......
"Sipp-sipp"
Selamat jalan Sherly, semoga selamat sampai tujuan....
Malam ini aku hanya bisa Melumat mimpiku yang belum selesai berperan
Menyisakan ending yang belum terjawab
Menyapu senjaku dengan guratan tanya.
Dengan caranya membelah malam tanpa rembulan
Membentang jarak antara ragaku dan raganya
Entahlah…
Masihkah sanggup kujamah dengan segenggam cinta?
Angin menderu kencang membuat petir menggelegar jauh di tengah kegelapan malam begitu banyak angin riuh menghantam jiwa.
Seperti apakah cinta yang hilang dari gengaman?
Seperti orang tersesat tak tahu kemana arah terpusat.
lirih suaranya menembus senja
Diiringi angin yang menggelepar ganas menghantam sebagian malam,
Perempuan itu semakin ringkih memandang rembulan.

@Zhebriel86.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar